Gotong royong dan kreatifitas dalam OSS

Lagi-lagi, selain hemat OSS pun memiliki sebuah nilai tersembunyi yang patut kita tiru sebagai generasi muda Indonesia. Gotong Royong dan Kreatifitas. Sampai tahun 1970, sebuah program harus ditulis ulang untuk setiap jenis mesin. Inilah awal kemunculan dari proprietary software. Pada tahun 1980, revolusi computer mencapai puncaknya ketika dbuat jenis computer PC dan penggunaan computer PC ini meningkat secara eksponensial.

Saat itu programmer tidak hanya dibayar untuk pembuatan program, tetapi program yang dibuatnya pun dibayar. Dengan kondisi demikian, perkembangan software proprietary lebih pesat jika dibandingkan dengan non-proprietary software.

Pada tahun 1984, Richard Stallman membuat proyek yang dinamakan GNU (GNU’s Not Unix) di laboratorium Artificial Intelligence MIT. GNU ini merupakan sistem operasi yang dibuat untuk “melawan” komersialisasi perangkat lunak yang dilakukan perusahaan pembuat UNIX. Dengan usahanya ini, Stallman menjadi pionir free software melalui projek GNU dan pembentukan Free Software Foundation (FSF).

Pada tahun 1990, adanya jaringan internet menstimulasi perkembangan free software dengan terbentuknya komunitas free software di seluruh dunia yang tidak hanya tertarik dengan sistem operasi tetapi juga dalam pengembangan aplikasinya.

Saat ini, perkembangan OSS sangat pesat sekali karena tidak dibangun oleh beberapa orang/ kelompok tertentu. OSS dibangun oleh jutaan programmer yang dengan rela mengorbankan waktunya untuk pengembangan OSS. Contohnya adalah Tim Berners-Lee yang membuat public domain (http dan https) untuk kepentingan orang banyak. Contoh lain adalah Linus Torvalds yang mengembangkan linux. Saat ini ribuan programmer ikut mengembangkan linux sehingga kita kebingungan untuk memilih distro linux. Hehehe

Inovasi dan kreatifitas sangat terlihat sekali pada OSS. Kebanyakan pengembang mengembangkan OSS bukan karena uang, tapi karena sense atau perasaan. Oleh karena itu, OSS lebih unggul dibanding dengan close source atau proprietary. Bukti kreatifitas ini pun dapat dilihat dari perkembangan OSS yang sangat-sangat signifikan.




The Boston Consulting Group, 2001



Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments
May 9, 2008 at 8:41 PM delete

daku kok kurang faham ya man? apa ottakku lagi error ya?ha..ha...

Reply
avatar
"Aku wasiatkan kepada kamu untuk bertakwa kepada Allah; mendengar dan taat (kepada penguasa kaum muslimin), walaupun seorang budak Habsyi. Karena sesungguhnya, barangsiapa hidup setelahku, dia akan melihat perselishan yang banyak. Maka wajib bagi kamu berpegang kepada Sunnahku dan Sunnah para khalifah yang mendapatkan petunjuk dan lurus. Peganglah dan gigitlah dengan gigi geraham. Jauhilah semua perkara baru (dalam agama). Karena semua perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan semua bid’ah adalah sesat." (HR. Abu Dawud no: 4607; Tirmidzi 2676; Ad Darimi; Ahmad; dan lainnya dari Al ‘Irbadh bin Sariyah).