-----

no image

Andy Octavian Latief
Saya sangat heran dengan mereka yang membenci Arab Saudi.

1. Mereka menghujat pemerintah Arab Saudi karena "mengubah Makkah menjadi Las Vegas", sementara para penghujat ini tidak pernah ke Makkah sama sekali, baik untuk haji maupun untuk umrah. Mereka tidak merasakan bagaimana pemerintah Arab Saudi sangat memudahkan orang yang berhaji dan berumrah untuk melaksanakan ibadahnya tersebut dan membuat mereka nyaman dalam beribadah.

Jika pemerintah Arab Saudi tidak membenahi Masjidil-Haram dan membiarkannya penuh padang pasir dan tidak ada tempat untuk berteduh, sehingga mereka harus berhaji dan berumrah dan nginap di tenda-tenda layaknya ratusan atau ribuan tahun yang lalu (seperti yang ada di foto-foto di bawah ini), mereka pasti juga akan mencaci pemerintah Arab Saudi. Lalu, apa mau mereka? Perbuatan orang lain selalu disalahkan akan tetapi kesalahan lidah sendiri tidak mau diintrospeksi.

Foto-foto Makkah jaman dulu: http://ummuabdulazeez.com/2011/10/29/rare-old-pictures-of-hajj/

"Masih percaya dengan isu bahwa Saudi Arabia tidak peduli dengan peninggalan sejarah?!" Lihat di sini bagaimana Arab Saudi merawat salah satu tempat bersejarah ini: https://www.facebook.com/achmed.anshorie/posts/782427288483780

2. Sebagian dari mereka ingin menegakkan hukum Islam, akan tetapi benci dengan pemerintah Arab Saudi, yang jika dinilai secara objektif dan tanpa hasad, adalah yang paling berhasil di dunia saat ini dalam menerapkan syari'at Islam. Selain itu, jika mereka memuji Presiden Mursi karena beliau adalah hafizh Qur'an (dan memang pantas dan berhak untuk dipuji karena beliau adalah hafizh Qur'an), maka saya masih menunggu pujian yang sama itu kepada Raja Salman ibn 'Abdil-'Aziz, yang telah menjadi hafizh Qur'an sejak usia 10 tahun, dan juga telah berjuang untuk Islam selama sekian puluh tahun hidupnya ini.

Baca di sini: http://kisahmuslim.com/raja-salman-bin-abdul-aziz-dan-komitmennya-terhadap-syariat-islam/
Dan juga di sini: http://kisahmuslim.com/raja-salman-bin-abdul-aziz-pemersatu-arab-saudi/

3. Mereka menyorot salah satu pangeran Arab Saudi yang hidupnya glamour dan suka foya-foya, padahal pangeran Arab Saudi tidak hanya itu saja. Mereka tidak mau melihat figur pemimpin teladan dan figur hamba yang penuh takwa dari pangeran-pangeran Arab Saudi lainnya.

Baca di sini mengapa rakyat Arab Saudi begitu mencintai ulil amrinya dengan melihat profil Pangeran Amir Sulthan ibn 'Abdil-'Aziz (Putera Mahkota Arab Saudi di masa Raja 'Abdullah, akan tetapi beliau meninggal dunia sebelum Raja 'Abdullah meninggal dunia, sehingga yang menggantikan Raja 'Abdullah adalah adik dari Pangeran Amir Sulthan, yaitu Raja Salman ibn 'Abdil-'Aziz): https://www.facebook.com/nurfitri.hadi/posts/924572654222008

4. Tidak tergerakkah hati anda ketika melihat bagaimana rakyat Arab Saudi, berkat taufiq dari Allah dan bimbingan dari para ulama' di sana, menerapkan syari'at Islam dalam kehidupan mereka? Bahkan Raja 'Abdullah, salah satu raja terkaya di dunia, dikubur dengan tata cara penguburan dan dengan kuburan yang syar'iy.

Baca di sini: http://www.cnnindonesia.com/internasional/20150124103653-120-27068/pemakaman-sederhana-raja-arab-saudi/

Atau apakah hati anda sudah mengeras, lebih keras daripada hati pendeta Kristen yang masuk Islam ini setelah melihat kuburan Raja Fahd? Baca di sini: http://kisahmuslim.com/masuk-islamnya-pendeta-italia-setelah-menyaksikan-jenazah-raja-fahd/

5. Raja 'Abdullah sendiri adalah raja yang telah banyak membantu negeri-negeri muslimin lainnya. Anda di Indonesia mencaci Raja 'Abdullah dengan klaim bahwa beliau tidak pernah membantu rakyat Palestina, akan tetapi rakyat Palestina sendiri berkabung karena wafatnya beliau, karena beliau selama ini telah banyak membantu mereka dalam menghadapi masalah-masalah di Palestina.

Baca di sini: https://www.facebook.com/nurfitri.hadi/posts/924425497570057

Thayyib, jika pun anda tidak mau mengakui jasa-jasa Raja 'Abdullah, paling tidak ingatlah bahwa beliau adalah seorang muslim yang juga memiliki hak atas anda untuk dijaga kehormatannya, terlebih setelah beliau meninggal dunia. Beliau adalah saudara anda, terlebih lagi jika sampai kabar kepada kita bahwa beliau berusaha menjadi hamba yang bertakwa kepada Allah baik di depan publik maupun di saat bersendirian. Baca di sini: https://www.facebook.com/ibnu.hilmy/posts/816567655045444

no image

Di Antara Doa – Doa Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam yang sering dibaca!

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﺻْﻠِﺢْ ﻟِﻲْ ﺩِﻳْﻨِﻲْ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﻫُﻮَ ﻋِﺼْﻤَﺔُ ﺃَﻣْﺮِﻱْ ﻭَﺃَﺻْﻠِﺢْ ﻟِﻲْ ﺩُﻧْﻴَﺎﻱَ
ﺍﻟَّﺘِﻲْ ﻓِﻴْﻬَﺎ ﻣَﻌَﺎﺷِﻲْ ﻭَﺃَﺻْﻠِﺢْ ﻟِﻲْ ﺁﺧِﺮَﺗِﻲْ ﺍﻟَّﺘِﻲْ ﻓِﻴْﻬَﺎ ﻣَﻌَﺎﺩِﻱْ ﻭَﺍﺟْﻌَﻞِ
ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓَ ﺯِﻳَﺎﺩَﺓً ﻟِﻲْ ﻓِﻲْ ﻛُﻞِّ ﺧَﻴْﺮٍ ﻭَﺍﺟْﻌَﻞِ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕَ ﺭَﺍﺣَﺔً ﻟِﻲْ ﻣِﻦْ ﻛُﻞَّ
ﺷَﺮٍّ (( ﺭَﻭَﺍﻩُ ﻣُﺴْﻠِﻢ .

(Ya Allah, perbaikilah dienku yang merupakan pemelihara
urusanku, dan perbaikilah duniaku yang di dalamnya
kehidupanku, dan perbaikilah akhiratku yang merupakan
tempat kembaliku, dan jadikanlah hidup ini bagiku untuk
menambah kebaikan untukku, dan jadikanlah kematian
untuk menyelamatkanku segala keburukan)". HR. Muslim.

(( ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻲْ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺍﻟْﻬُﺪَﻯ ﻭَﺍﻟﺘُّﻘَﻰ ﻭَﺍﻟْﻌَﻔَﺎﻑَ ﻭَﺍﻟْﻐِﻨَﻰ(( ﺭَﻭَﺍﻩُ ﻣُﺴْﻠِﻢ ٌ.

"Ya Allah, aku memohon petunjuk, ketakwaan,
kehormatan diri, dan kekayaan jiwa". HR. Muslim .

(( ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧَّﻲْ ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻌَﺠْﺰِ ﻭَﺍﻟْﻜَﺴَﻞِ ﻭَﺍﻟْﺒُﺨْﻞِ ﻭَﺍﻟْﻬَﺮَﻡِ ﻭَﻋَﺬَﺍﺏِ
ﺍﻟْﻘَﺒْﺮِ ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺁﺕِ ﻧَﻔْﺴِﻲْ ﺗَﻘْﻮَﺍﻫَﺎ ﻭَﺯَﻛِّﻬَﺎ ﺃَﻧْﺖَ ﺧَﻴْﺮُ ﻣَﻦْ ﺯَﻛَّﺎﻫَﺎ ﺃَﻧْﺖَ ﻭَﻟِﻴُّﻬَﺎ
ﻭَﻣَﻮْﻻَﻫَﺎ ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻲْ ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﻋِﻠْﻢٍ ﻻَ ﻳَﻨْﻔَﻊُ ﻭَﻣِﻦْ ﻗَﻠْﺐٍ ﻻَ ﻳَﺨْﺸَﻊُ
ﻭَﻣِﻦْ ﻧَﻔْﺲٍ ﻻَ ﺗَﺸْﺒَﻊُ ﻭَﻣِﻦْ ﺩَﻋْﻮَﺓٍ ﻻَ ﻳُﺴْﺘَﺠَﺎﺏُ ﻟَﻬَﺎ (( ﺭَﻭَﺍﻩُ ﻣُﺴْﻠِﻢ

(Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari
kelemahan, kemalasan, kekikiran, pikun dan azab kubur.
Ya Allah, berikan jiwaku ini ketakwaan, sucikan ia,
Engkaulah sebaik-baik yang mensucikannya, Engkaulah
penolongnya dan pemiliknya. Ya Allah, sesungguhnya aku
berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak berguna dan
dari hati yang tidak khusyu dan dari jiwa yang tidak pernah puas dan dari do'a yang tidak dikabulkan)". HR. Muslim 2722.

selengkapnya : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=831584983564515&id=100001390620797&_rdr

no image

�� BimbinganIslam.co
Rabu, 30 Rabi'ul Awwal 1436 H / 21 Januari 2015 M

��Ustadz Firanda Andirja, MA
�� Materi Tematik
▶ Bahagianya Orang Yang Ikhlas
�� Video Source
https://www.youtube.com/watch?v=ghrxdWK2eqs
⬇ Download Audio
https://www.dropbox.com/s/5p71or7abmnppy5/AUD-20150121-WA0031.mp3?dl=0
----------------------------

BAHAGIANYA ORANG YANG IKHLASH

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Alhamdulillāh washshalātu wassalāmu 'ala Rasūlillāh.

Sesungguhnya orang yang paling berbahagia adalah orang yang paling ikhlash. Semakin dia meningkatkan keikhlasannya maka dia akan semakin berbahagia.

Bagaimana dia tidak berbahagia?

Allāh Subhānahu wa Ta'ālā mengetahui kebaikannya, Allah mengetahui amalannya dan dia menyerahkan ibadahnya semata-mata hanya untuk Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Seseorang di atas muka bumi ini bahagia kalau dia bisa dikenal oleh orang yang mulia, dikenal oleh pejabat. Apalagi dia dikenal oleh misalnya bupati, apalagi dikenal oleh presiden misalnya. Dia bahagia, presiden mengenalnya.

Lantas bagaimana jika yang mengenalnya adalah Rabbul 'ālamīn, Pencipta dan Penguasa alam semesta ini? Yang jika menghendaki sesuatu hanya mengatakan, "Kun, fayakun".

Orang yang ikhlash adalah orang yang paling bahagia .

Suatu saat Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah berkata kepada Ubay bin Ka'ab, Abu Mundzir radhiallāhu 'anhu, kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:

يَا أُبَيٍّ إِنَّ الله أَمَرَنِي أَنْ أَقْرَأَ عَلَيْكَ القرآن

"Wahai Ubay, sesungguhnya Allāh Subhānahu wa Ta'ālā memerintahkan aku untuk membacakan Al Qur'an kepadamu."

Maka Ubay berkata:

هَلْ سَمَّانِي لك

"Rasūlullāh, apakah Allah menyebutkan namaku kepadamu?"

Kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:

سَمَّاكَ لي

"Ya, Allāh Subhānahu wa Ta'ālā telah menyebut namamu dihadapanku."

فَجَعَلَ أُبَيٌّ يَبْكِي

Maka Ubay bin Ka'ab pun menangis.

Kenapa? Ubay menangis karena sangat gembira.

Allāh Subhānahu wa Ta'ālā mengenalnya, Allah menyebut namanya.

Orang yang ikhlash, dia tahu bahwasannya Allāh mengetahui amal ibadahnya. Meskipun mungkin orang lain tidak ada yang melihatnya.

Mungkin orang lain tidak mempedulikannya, mungkin orang lain merendahkannya, tapi dia tahu dan yakin, bahwasannya apa yang dia lakukan, kebaikan yang dia lakukan diketahui oleh Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Oleh karena itu, Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullāh dalam kitabnya "Al Wasaail Al Mufidah Lil Hayati Sa'iidah" (Kiat-kiat Untuk Meraih Kabahagiaan), beliau menyebutkan:

��"Di antara hal yang bisa mendatangkan kebahagian yaitu seseorang tatkala sedang berbuat baik kepada orang lain, jangan dia menganggap sedang bermuamalah dengan orang tersebut, tetapi sedang bermuamalah kepada Allāh Subhānahu wa Ta'ālā".

Tatkala dia memberikan sumbangan kepada orang lain, tatkala dia memberikan bantuan uang kepada orang lain, dia ingat bahwasannya sekarang ini sedang bermuamalah dengan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, Allāh sedang melihat dia memberi sumbangan.

Muamalah dia bukan dengan orang yang dia bantu, tapi muamalah dia dengan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.
Sehingga jika perkaranya demikian, yang dia harapkan hanyalah pujian Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, yang dia harapkan Allāh mengetahui siapa dirinya.

Semakin dia ikhlash, semakin tidak ada orang yang mengetahui amalannya, Allāh akan semakin mengetahui dia, Allāh akan semakin mengenalnya, Allāh akan semakin mencintainya.

Oleh karenanya dia tidak peduli dengan komentar orang-orang yang dia bantu, dia tidak perlu dengan komentar orang lain.

Dan syi'arnya sebagaimana orang-orang yang bertakwa yang Allāh sebutkan dalam Al Qur'an:

إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا

"Kami memberi makan kepada kalian karena Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, muamalah kami dengan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, bukan dengan kalian. Kami tidak butuh dari kalian terima kasih dan kami tidak butuh dari kalian balasan." (QS: Al-Insaan: 9)

Inilah orang yang paling ikhlash, orang yang paling bahagia.

Adapun orang yang tidak ikhlash, dia senantiasa sibuk mendengar komentar orang lain tentang bagaimana amalan dia. Apakah dia dipuji, apakah dia dicela.

Tapi orang ikhlash, dia tidak peduli dengan perkataan orang lain, yang penting dia baik di hadapan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Dia tahu bahwasanya pujian manusia tidak akan meninggikan derajatnya dan dia tahu bahwa celaan manusia pun tidak akan merendahkan derajatnya, yang penting dia baik di hadapan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Benar-benar konsentrasi dia, bawasannya dia bermuamalah dengan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Karenanya, para pemirsa yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, diantara 7 golongan yang akan Allāh naungi pada dihari kiamat kelak, ada dua orang yang ikhlas yang Allāh menyebutkan atau Rasulullah shallallāhu 'alayhi wa sallam sebutkan tentang ciri khusus mereka itu ikhlas.

1⃣ Yang pertama, kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:

رَجُلٌ تَصَدَّقَ بِ يَمِينِهِ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ

"Seseorang yang dia berinfaq dengan tangan kanannya kemudian dia sembunyikan sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan olah tangan kanannya".

Dia bahagia tatkala dia tahu bahwasanya hanya Allāh yang mengetahui amalan dia. Dia tidak perdulikan komentar orang lain, bahkan dia sengaja menyembunyikan amalannya, agar yang mengetahui hanyalah Allāh Subhānahu wa Ta'ālā. Dia tidak butuh pujian orang lain.

2⃣ Yang kedua, kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam diantaranya.

رَجُلٌ ذَكَرَ الله خَلَاءٍ فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

"Seseorang yang tatkala dia mengingat Allāh dalam bersendirian, maka kemudian matanya mengalirkan air mata"

Orang ini, dia bersendirian dan dia begitu merasakan kelezatan tatkala mengingat Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, tatkala mengagungkan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Dia seakan-akan sedang berbicara langsung dengan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, sehingga diapun menangis meskipun tidak ada yang melihat dia, mengeluarkan air mata kebahagiaan.

Kenapa?

Allāh mengetahui tangisan dia, Allāh mengetahui dia mengagungkan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

�� Bahkan diantara tafsiran para ulama: "Demikian pula seseorang yang tatkala dihadapan orang banyak, namun saking ikhlasnya, dia bisa mengkondisikan dirinya seakan-akan dia sedang sendirian.

Kenapa? Karena dia tidak mempedulikan komentar orang lain.

Sehingga dia tetap menangis meskipun dihadapan banyak orang. Dia yakin sedang bermuamalah dengan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā. Sehingga meskipun dihadapan banyak orang, dia tetap menangis karena mengagungkan keagungan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Para pamirsa yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, anda akan bahagia jika anda mengikhlashkan amalan ibadah anda hanya kepada Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Adapun jika anda kemudian sibuk dengan komentar orang lain, sibuk dengan pujian orang lain atau sibuk dengan cercaan orang lain terhadap anda, maka anda tidak akan pernah bahagia.

Karena tidak mungkin ada seorangpun yang akan dipuji oleh semua orang, tidak mungkin, mustahil.

Betapapun baiknya anda, pasti ada yang memuji dan pasti ada yang mencela.

Kalau Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, Rabbul 'ālamīn, Pencipta alam semesta ini tidak selamat dari celaan ciptaan-Nya, ciptaan makhluknya, seperti orang-orang yahudi mengatakan bahwasanya,

يَدُ اللَّهِ مَغْلُولَةٌ

"Tangan Allāh terbelenggu,"

Mereka mengatakan:

إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ

"Sesungguhnya Allāh miskin dan kamilah yang kaya."

Allāh Subhānahu wa Ta'ālā tidak selamat dari cercaan makhluknya.
Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam yang memiliki akhlak super mulia pun tidak selamat dari cercaan kaumnya.

Bagaimana dengan kita?
Bagaimana dengan anda?

Tentunya mengharapkan keridhaan seluruh manusia adalah sesuatu yang mustahil, sebagaimana perkataan Imam Syāfi'iy rahimahullāh:

رضا الناس غاية لا تدرك

"Bahwasanya mencari keridhaan manusia adalah suatu hal yang mustahil (tujuan yang mustahil) untuk diraih".

Karenanya, ikatkan hati anda hanya kepada Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Yakinlah bahwasanya anda sedang bermuamalah dengan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, maka anda akan bahagia karena Allāh yang akan membahagiakan anda dan anda tidak akan memperdulikan komentar manusia.

Wallāhu Ta'ālā A'lam bish-shawāb.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّه وَبَرَكَاتُه

✒Tim Transkrip Materi BiAS
__________________________
⬇ Donasi Pengembangan Dakwah
Group Bimbingan Islam
Bank Mandiri Syariah
No. Rek : 7103000507
A.N : YPWA Bimbingan Islam
Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

�� Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui link berikut :
�� http://goo.gl/forms/mTYPJ2Qj4X

no image

Senang Berpecah Belah

Di antara karakter Jahiliyyah adalah senang bergolong-golongan dan berpecah belah, tidak ingin bersatu. Bersatu apa yang dimaksud? Yaitu bersatu di atas kebenaran. Jika sifat seorang muslim masih seperti itu, lebih mementingkan kesukuan, lebih mementingkan golongan daripada kesatuan Islam dan enggan berpegang pada kebenaran, maka sifat Jahiliyyah berarti masih tertanam pada dirinya.

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab menyebutkan bahwa karakter Jahiliyyah ini disebutkan dalam ayat,

كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

"Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka." (QS. Ar Rum: 32). Kata beliau, perpecahan seperti ini juga bisa terjadi dalam urusan dunia. Mereka selalu menganggap golongannyalah yang paling benar.

Padahal Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam datang untuk menyatukan umat,

شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ

"Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya." (QS. Asy Syura: 13).

Kita pun dilarang untuk menyerupai umat sebelum kita yang berpecah belah. Allah Ta'ala berfirman,

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ

"Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka." (QS. Ali Imran: 105).

Kita pun dilarang berpecah belah,

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai" (QS. Ali Imran: 103)

Guru kami, Syaikh Sholeh Al Fauzan berkata, "Perbedaan memang sudah jadi tabiat. Namun Allah sudah menunjuki dalam Al Qur'an dan As Sunnah bahwa jika terjadi perselisihan dan tidak diketahui manakah yang benar di antara yang ada, maka dikembalikan kepada kedua sumber rujukan tersebut. Jika didapati dalam dua sumber tersebut, itulah yang benar, maka itulah yang diikuti. Jika tidak benar, maka tentu ditinggalkan. Karena tujuan kita adalah mengikuti kebenaran, bukan sekedar mengikuti logika, tradisi atau guru. Sifat seorang muslim bukanlah demikian, namun kebenaran yang selalu ia cari. Di mana saja ia dapati kebenaran tersebut, itulah yang ia ambil." (Syarh Masail Al Jahiliyyah, hal. 26).

Perbedaan (ikhtilaf) ada dua macam yaitu:

1- perbedaan yang tercela pada hal yang sudah ada dalil pasti dan tidak ada ruang berijtihad,

2- perbedaan yang masih dibolehkan karena perbedaan dalam memahami dalil dan dalam perkara yang ada ruang ijtihad di dalamnya. Lihat perkataan Syaikh Al Fauzan dalam Syarh Masail Al Jahiliyyah, hal. 28.

Selengkapnya di website kami Rumaysho.Com >> http://rumaysho.com/jalan-kebenaran/senang-berpecah-belah-7945

Back to Top