-----

no image

ANAK SHOLEH ADALAH ASET KITA YANG SESUNGGUHNYA

"Banyak orang tua yang mendepositokan hartanya. Menumpuk kekayaan sebanyak-banyaknya dengan alasan sebagai simpanan masa depan. Padahal sebaik-baik simpanan masa depan adalah anak yang sholeh, yang akan terus mendoakannya saat dia ada atau telah tiada.."

(Prof. DR. Ibrahim Ar-Ruhaily)

Catatan: 
Ucapan Prof. Ibrahim di atas tak berarti pelarangan untuk menabung demi mempersiapkan masa depan, tapi sebagai pengingat bagi jiwa yang lalai, bahwa anak adalah aset masa depan kita yang sesungguhnya.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

"Apabila Manusia meninggal Dunia maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal, yaitu
1. Shadaqah jariyah, 
2. Ilmu yang bermanfaat, atau 
3. Anak shaleh yang mendoakannya". (HR. Muslim)
_____________
Madinah 09-06-1436 H
ACT El Gharantaly

no image

DR. Majdi Ar Roba'iy (pakar sejarah) berkata:

Aku telah menghabiskan sepuluh tahun dari umurku bersama syi'ah…
Dan kupelajari sejarah mereka, kuteliti sepak terjang mereka dan tokoh-tokoh utama mereka…
Demikian pula perseteruan mereka terhadap ahlussunnah wal jama'ah…
Itu semua kulakukan selama pengembaraan ilmiahku dalam rangka mendapatkan gelar Master dan Doktor di bidang sejarah syi'ah, tepatnya di negeri Irak dan Iran.

Kurenungi dengan seksama sekte Syi'ah Bathiniyyah yang menghalalkan darah kaum muslimin, dan menyebarkan paham syi'ah dengan api dan besi (kekuatan senjata)…
Sampai mereka berhasil memaksa bangsa Iran sejak 400 tahun untuk memeluk syi'ah… Mereka memaksa jutaan warga ahlussunnah wal jama'ah di Iran untuk menganut paham syi'ah, sampai-sampai para sejarawan mengatakan bahwa jumlah ahlussunnah yang dibunuh oleh syi'ah di masa daulah Shafawiyah (Syi'ah Rafidhah) mencapai SATU JUTA JIWA. Mereka disembelih dengan pedang oleh tangan-tangan syi'ah Rafidhah, sehingga beralihlah Iran yang sunni menjadi syi'i majusi sejak 400 tahun silam.

Lebih dari itu, pada saat-saat paling kritis dalam sejarah, kaum Syi'ah Rafidhah justru berkoalisi dengan kaum Yahudi dan Nashara untuk melawan ahlussunnah wal jama'ah… inilah penyebab terhentinya ekspansi (futuhat) Daulah Utsmaniyyah di benua Eropa, setelah mereka berhasil menaklukkan belahan timur Eropa. Daulah Utsmaniyyah sempat menjejakkan kakinya di jantung Eropa, dan mengepung kota Wina (Austria)… namun akhirnya mereka harus kembali ke negeri Timur (Asia) dan melupakan impian penaklukan Eropa dan masuknya warga Eropa ke pangkuan Islam. Oleh karena itu, salah seorang sejarawan Barat terkenal berkata, "Andai bukan karena pengkhianatan dan serangan Kaum Syi'ah Shafawiyyin (Rafidhah) terhadap Khilafah Utsmaniyyah dari arah belakang, niscaya Utsmaniyyun akan menguasai Eropa seluruhnya, dan beralihlah Eropa menjadi benua Islam".

Diantara tragedy yang menjadikanku merenung cukup lama, dan hampir-hampir tak percaya hal itu bisa dilakukan oleh seorang manusia, apalagi yang mengaku muslim… ialah apa yang dilakukan oleh syi'ah qaramithah (salah satu sekte syi'ah bathiniyyah) di sekitar Baitullah (masjidil Haram) pada tahun 317 H, tepatnya pada hari Tarwiyah (tanggal 8 Dzulhijjah) ketika mereka menyerang Jemaah haji dan membantai lebih dari 30 ribu jiwa… kubah sumur zam-zam mereka hancurkan… pintu ka'bah mereka congkel… kiswahnya mereka lepas, dan siapa pun dari Jemaah haji yang bergelayutan di kiswah ka'bah mereka sembelih… lalu mereka kuburkan jasad kaum muslimin tsb di sumur zam-zam!! Setelah itu, mereka mencongkel hajar aswad dari tempatnya, dan membawanya ke negeri Mereka (Ahsa').
Setelah merenungi tragedy ini, barulah aku meyakini kebenaran ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah tentang kaum syi'ah bathiniyyah, bahwa "mereka itu lebih kafir dari Yahudi dan Nasrani, dan memerangi mereka lebih wajib daripada memerangi orang-orang kafir, sebab mereka tergolong kaum murtad".

Hari ini, setelah kita menyaksikan penyembahan terhadap Basyar Al Asad yang terjadi di Suriah, dan pembantaian serta pembunuhan terhadap Ahlussunnah lewat serangkaian genosida yang belum pernah dilakukan kaum Yahudi maupun Tatar (Mongol) sekalipun… ditambah lagi penghancuran dan penistaan masjid-mesjid… yakinlah aku bahwa Basyar Al Asad dan Syi'ah Nushairiyah-nya adalah anak cucu dari Syi'ah Bathiniyyah Qaramithah tsb... Benarlah firman Allah (ذريةً بعضها من بعض) "Sebagiannya merupakan keturunan sebagian lainnya"... Seakan-akan sejarah sedang terulang kembali!!!

Ditulis oleh DR. Majdi Ar Roba'iy diterjemahkan, Madinah 8 Jumada Tsaniyah 1436 H

Copas dr status seorang ustadz Ahlussunnah...

no image

Nahh..ini yang frezz...
Ikhwah fillah... ana dapat postingan yg luar biasa, yang membuat ana semakin kagum luar biasa pada kekhalifahan turki utsmani.

Keteladanan dalam hal apalagi yg blm kita miliki?
Berikut:

Futuhat Nusantara, oleh: Ust. Salim A. Fillah.

Futuhat Nusantara dimulai dari perjalanan Ibnu Bathutah. Sesampainya di nusantara beliau menyusun sebuah catatan perjalanan.

Ibnu Bathutah menceritakan sebuah pulau yang sangat lebat pepohonannya yang mengingatkan beliau kepada Andalusia, sehingga pulau tersebut dijuluki Andalas (Sumatera).

Perjalanan beliau ke timur mempertemukan beliau pada pulau Yawaddi (Jawadwipa/Jawa). Ke timur lagi, beliau menceritakan tentang pulau yang wangi dan sumber rempah-rempah dan pada pulau itu terdapat banyak sekali raja-raja kecil, sehingga dinamai Jaziratul Muluk (Maluku). Semakin ke timur beliau sampai di pulau yang mana penduduknya telanjang, sehingga dijuluki Jaziratul 'Uryan (Irian).

Catatan Ibnu Bathutah dibaca oleh Sultan Muhammad I (kakek Muhammad al-Fatih) dengan membuat perencanaan untuk datang ke Nusantara.

Di Pulau Yawaddi (Jawa) di mana penduduknya bercocok tanam hanya dengan bergantung pada hujan, maka Sultan mengirim seorang 'alim ('ulama') ahli irigasi: Maulana Malik Ibrahim.

Di Pulau Yawaddi, penduduknya dikenal suka menyembah pohon, hutan, gunung dan percaya dukun sakti, maka Sultan mengirim seorang ahli ruqyah: Maulana Maghribi I asal Maroko. Karena Maulana Maghribi I ingin masuk ke pedalaman namun tidak bisa makan nasi, maka beliau dibekali tepung beras untuk membuat roti. Beliau mendapatkan julukan Ki Ageng Gribik (di Klaten) dan setiap tahun haulnya dirayakan dengan membagi-bagikan roti yang dahulu sering beliau lakukan, yaitu apem. Maulana Maghribi I ini bertubuh besar dan kelak dikarakterkan sebagai Semar oleh Sunan Kalijaga.

Lalu dikirim 'alim Maulana al-Baqir (dikenal dengan nama Jawa Syeikh Subakir) seorang ahli antroplogi dan beliau membuat perencanaan pembangunan kota. Maulana al-Baqir ini berperawakan kurus dan mancung dan kelak akan dikarakterkan sebagai Petruk, beliau wafat dan dimakamkan di Merapi.

Pada saat itu Majapahit buruk secara administrasi (tata negara), maka Sultan mengirim seorang 'alim ahli tata negara Maulana 'Ali Rahmatullah, dikenal di Jawa dengan nama Raden Rahmat dan beliau membangun akademi tata negara di Ampel. Di sana banyak pangeran Majapahit yang dikirim untuk belajar dan beliau dikenal dengan nama Sunan Ampel. Sunan Ampel menikah dengan putri dari kerajaan Campa >> Jeumpa >> Aceh. Kelak kerajaan Jeumpa akan bersatu dengan Samudera Pasai, Pidie, dll membentuk Kesultanan Aceh Darussalam.

Kerajaan Majapahit krisis tentara, maka Sultan mengirim 'alim trainer ketentaraan, ahli perang yang dikenal di Jawa sebagai Sunan Ngudung (nama asli beliau masih dilacak). Beliau memiliki anak bernama Maulana Jafar Ash-Shaddiq. Mereka berasal dari Palestina dan kelak beliau mendirikan kota Quds yg saat ini lebih dikenal nama Kudus dan mendirikan Masjid Al-Aqsha Menara Kudus. 

Begitu seterusnya hingga berdirilah kesultanan yang bernama Kesultanan Demak. Demak-lah yang berhasil mengirim 300 kapal perang untuk berjihad di Selat Malaka. Raja-raja Demak sangat zuhud. Rumah mereka tidak berbeda dengan rumah rakyat, yaitu berasal dari kayu. Hal ini menyebabkan hingga saat ini belum ditemukan istana raja Demak.

Raja-raja Demak sangat mencurahkan perhatian dalam pembangunan masjid. Hal ini kontras dengan Majapahit yang kala itu semakin bobrok namun para pejabatnya masih bermewah-mewah dan menindas rakyat. 

Dari Demak-lah muncul tim dakwah yang dikenal dengan nama Walisongo. Tim ini dalam waktu kurang dari 50 tahun berhasil meng-convert sebuah imperium Hindu menjadi Islam dari pemegang kekuasaan hingga rakyat-rakyatnya.

Jawa, Banjar, Palembang, Jambi adalah wilayah kekuasaan Demak kala itu. Namun begitu, kemashyuran Demak sampai ke Ternate dan banyak raja-raja Ternate yang berguru ke Demak. Sultan Tidore, Goa & Tallo, Wajo, Bone, Luwuk datang semua ke Demak untuk belajar Islam.

Dst..

https://www.youtube.com/watch?v=1rU-GMyyfDk

no image

"Cukup 3 Ayat Yang Akan Menjatuhkan Aqidah Syiah Sesat" on YouTube - Cukup 3 Ayat Yang Akan Menjatuhkan Aqidah Syiah Sesat: https://youtu.be/BF1_ppdwhsQ

������
--------------
✨BUKA MATA WAHAI  INDONESIAKU(HAKEKAT PERTUKARAN BUDAYA BAGI IRAN ADALAH MENG-IRAN-KAN YAMAN DENGAN SENJATA, PEMBERONTAKAN & KUDETA PENGAMBILALIHAN  KEKUASAAN)

                                       ✹✹✹
مجموعة المذاكرة السلفية : ٩٤

(( من : مجموعــــــة توزيع الفــــــوائد ))
________________

❗Tidakkah kalian melihat apa yang terjadi di Yaman di hari-hari ini?

��Pemberontak SYIAH HUTSI telah berlalu kisahnya dalam beberapa minggu yang lalu MENYERANG ISTANA NEGARA, menawan Presiden  Yaman dan menguasai Ibukota negara….

❓Adakah mereka gerombolan pemberontak bersenjata dengan DUKUNGAN PENUH NEGARA SYIAH IRAN berhenti dengan perbuatan terkutuknya tersebut?

TIDAK….

����Gambar 1. Pasukan pemberontak Hutsi terbunuh dan didapati "pertukaran budaya", ternyata dia adalah pasukan Iran dengan memasang emblem Khumainy!!!

��Pasukan pemberontak itu terus merambah dan mencaplok menguasai satu persatu wilayah Yaman, memaksa rakyat Yaman untuk tunduk takluk dibawah kontrol kebudayaan (baca:kekuasaan) PEMBERONTAK Syiah DUKUNGAN IRAN.

����Gambar 2.Percepatan Transformasi revolusi  "budaya" Iran mengKhumainykan (baca: menSyiahkan) Yaman , tak berselang lama setelah pemberontak Syiah dukungan Iran  melancarkan Revolusi KUDETA  bersenjata MENGGULINGKAN PEMERINTAH dan menguasai ibukota Shan'a Dulunya mereka bukanlah apa-apa dan tanpa pengaruh kuat bagi masyarakat di Yaman.

Maka pertukaran dan transformasi budayapun terjadi bagi pemimpin Hutsi didikan Iran…Lambat laun mereka menghimpun masa berkebudayaan Syiah Khumainiyah….menguat dan menguat yang kemudian menjelma menjadi gerombolan revolusioner bersenjata sebelum akhirnya bangkit memberontak pemerintah yang sah.

����Gambar 3. Fase revolusi bersenjata (baca: percepatan Pertukaranbudaya), pertama kalinya dalam sejarah Yaman ADZAN AGAMA KHUMAINY Rafidhah kafir resmi dikumandangkan di televisi Yaman tak lama setelah milisi bersenjata Hutsy Kafir MENGKUDETA Presiden Yaman & menguasai Ibukota dan istana negara

✈Setelah pemberontak Syiah Hutsi berhasil menguasai Ibukota negara, melonjaklah frekuensi rute penerbangan Shan'a-Iran menjadi 14 kali penerbangan perminggu!!

▪Hebat bukan percepatan pertukaran budaya yang dilakukan?
▪Apakah Yaman tiba-tiba maju melesat menjadi eksportir ke Iran?
▪Ataukah Yaman tiba-tiba berubah menjadi tujuan "wisata" bagi warga negara Iran?!

��180 ton alat tempur diturunkan….Realisasi nyata pertukaran  budaya (revolusi bersenjata) Syiah Khumainiyah sedang dilakukan dengan intensif sepenuh ofensif untuk menghapus "budaya" Yaman beserta rakyatnya.

���� Iya, sekarang di negeri ini Indonesiaku, Syiah Corner masih dalam tahap meraup simpati "menyuapi" pasien inteleknya di IAIN, Universitas Muhammadiyah dan tempat-tempat yang lainnya agar nampak cantik menipu tampilan budaya Syiah Majusi.

�� Fase pertukaran budaya dalam tahap penggelontoran dana, pemutaran film dan hibah gratis buku budaya, serta penyekolahan gratis di negeri Iran bagi kader-kader militannya di masa depan..

☝Lihatlah negeri Yaman wahai Indonesiaku….Iran telah sampai pada fase pertukaran budaya REVOLUSI BERSENJATA menSyiahkan Yaman dengan kaki tangan lokal budaya mereka yakni Pemberontak Hutsy yang tangan mereka berlumuran darah kaum muslimin Yaman..

Dan memang di dalam sejarah budayanya, Syiah Rafidhah tangan mereka berlumuran dengan darah kaum muslimin.
▪Adakah kita lupa dengan banjir darah di Baghdad akibat pengkhianatan pembesar Syiah Rafidhah?
▪Bukankah sejarah adalah guru yang sangat berharga?
▪Adakah Indonesiaku akan terlambat menyadari bahwa tujuan akhir dari pertukaran budaya Iran ini adalah REVOLUSI menSYIAHkan Indonesia  ?

Allahul musta'an..

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa melindungi kita semua dari budaya makar dan tipu daya Rafidhah Khumainiyah, amin.

                                ✲✹✲

��Sumber:
http://tukpencarialhaq.com/2015/03/26/buka-mata-wahai-indonesiaku-hakekat-pertukaran-budaya-bagi-iran-adalah-meng-iran-kan-yaman-dengan-senjata-pemberontakan-kudeta-pengambilalihan-kekuasaan/

�� Catatan :
Mari sebarkan berita ini. Karena Agama Syiah sangat berbahaya bagi kedaulatan Negara Indonesia.

���� Majmu'ah Mudzakaroh

#Bantu Share....saudaraku

Back to Top