-----

no image

Hadirilah Pameran Pendidikan Islami
"The 2nd Islamic Education Expo 2014"
Menghadirkan lebih dari 40 lembaga pendidikan islami Ahlussunnah Wal Jama'ah se-Indonesia.
Selain expo terdapat MHQ (Musabaqah Hifzul Qur'an) Nusantara 2. tingkat SD, SMP & SMA.
Lomba menggambar & mewarnai tingkat TK & PAUD, Seminar Pendidikan dan Bedah Buku.

Waktu :
Hari/Tgl : Sabtu-Ahad, 25-26 Oktober 2014
Pukul : 08.00-17.00 wib
Tempat : Museum Penerangan, Taman Mini Indonesia Indah Jakarta Timur.
Info : 021-32403535
Penyelenggara :
Sekolah Ibnu Hajar Boarding School.

no image

Tanya:

Tetangga dekat rumah saya ada yg meninggal dunia. Dan tradisi di daerah saya ada tahlilan pada malam harinya. Yang saya tau kalau tahlilan itu tdk ada tuntunannya. Mohon pandangannya mengenai hal ini?

Jawab:

Mengadakan perayaan untuk kematian, seperti perayaan pada hari ketiga, kesembilan dan seterusnya adalah kebiasaan yang bera sal dari ajaran agama Hindu. Oleh karena itu, selayaknya umat Islam meninggalkannya.

Dari sahabat Jarir bin Abdillah radhiallahu 'anhu, beliau mengatakan,

«كُنَّا نَرَى الِاجْتِمَاعَ إِلَى أَهْلِ الْمَيِّتِ وَصَنْعَةَ الطَّعَامِ مِنَ النِّيَاحَةِ»

"Kami menilai berkumpulnya banyak orang di rumah keluarga mayit, dan membuatkan makanan (untuk peserta tahlilan), setelah jenazah dimakamkan adalah bagian dari niyahah (meratapi mayit)." (HR. Ahmad 6905 dan Ibn Majah 1612)

Pernyataan ini disampaikan oleh sahabat Jarir, menceritakan keadaan di zaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa mereka (Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat) sepakat, acara kumpul dan makan-makan di rumah duka setelah pemakanan termasuk meratapi mayat. Artinya, mereka sepakat untuk menyatakan haramnya praktik tersebut. Karena, niyahah (meratap) termasuk hal yang dilarang.

Maka kita tidak boleh menghadirinya, karena hal ini tidak dituntunkan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Kecuali jika dia hadir dalam rangka menjelaskan kemungkarannya, lalu meninggalkannya.

Anggapan bahwa itu sebagai aktualisasi dari kebaikan anak yang shalih untuk orang tua, tidak lantas bisa dijadikan legitimasi bagi amalan ini. Karena cara mewujudkan bakti kepada orang tua yang sudah meninggal telah dijelaskan caranya-caranya dalam Islam seperti memohon ampun atau menyambung tali silaturrahim dengan teman dekatnya.

Begitu juga klaim, acara ini sebagai tradisi semata, tidak bisa dijadikan sebagai alasan untuk memperbolehkan amalan ini. Karena faktanya mereka yang melakukan itu berharap pahala dari Allah Azza wa Jalla ketika melaksanakannya bahkan disebagian tempat orang yang tidak melaksanakannya dianggap tidak mau melaksanakan sunnah. Bukankah ini berarti ibadah ?

Sementara yang namanya ibadah harus berlandaskan dalil. Kalaupun dianggap sebagai tradisi, maka dalam Islam, tradisi itu boleh dipertahankan selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ

Barangsiapa yang membuat suatu yang baru dalam ajaran kami yang tidak berasal darinya, maka perkara itu tertolak.

(HR. Bukhari)
wallohu a'lam

no image

Ini bbrp janji JKW-JK yang harus dikawal dan selalu diingatkan:
1. Janji Jokowi-JK Besarkan Pertamina Kalahkan Petronas dalam 5 Tahun http://finance.detik.com/read/2014/0...ahkan-petronas
2. Jokowi Janjikan Bangun 50 Ribu Puskesmas http://www.tribunnews.com/pemilu-201...ribu-puskesmas
3. Swasembada Pangan http://www.merdeka.com/politik/5-jan...-presiden.html
4. Membuat Bank Tani untuk Mengurangi Impor Pangan http://www.merdeka.com/politik/5-jan...-presiden.html
5. Jokowi Janji akan Tetap Blusukan bila Jadi Presiden http://news.detik.com/read/2014/08/0...esiden?9911012
6. Jokowi Janji Benahi Kawasan Masjid Agung Banten https://id-id.facebook.com/notes/fes...51943340196717
7. Jokowi Janji Cetak 10 Juta Lapangan Kerja Jika Jadi Presiden http://bisnis.liputan6.com/read/2072...-jadi-presiden
8. Jokowi Janji Buka 3 Juta Lahan Pertanian http://berita.plasa.msn.com/nasional...an-pertanian-1
9. Jokowi Janji Batasi Bank Asing http://www.merdeka.com/pemilu-2014/j...ank-asing.html
10. Berjanji Membangun Tol Laut dari Aceh hingga Papua http://pemilu.sindonews.com/read/870...aut-aceh-papua
11. Jokowi Janji Beri Berapapun Anggaran Pendidikan http://www.merdeka.com/pemilu-2014/j...endidikan.html
12. Berjanji untuk Mengurangi Impor Pestisida dan Bibit Pertanian http://www.merdeka.com/politik/5-jan...por-pupuk.html
13. Jokowi Janji Hapus Ujian Nasional http://pemilu.metrotvnews.com/read/2...ujian-nasional
14. Membangun E-government, E-budgeting, E-procurement, E-catalog, E-audit Kurang dari 2 Minggu http://news.detik.com/pemilu2014/rea...anji-jokowi-jk
15. Terbitkan Perpres Pemberantasan Korupsi http://news.detik.com/pemilu2014/rea...anji-jokowi-jk
16. Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen http://news.detik.com/pemilu2014/rea...anji-jokowi-jk
17. Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur seperti, Pelabuhan, Bandara, di wilayah Indonesia Bagian Timur http://news.detik.com/pemilu2014/rea...anji-jokowi-jk
18. Dana Rp 1,4 Miliar per Desa Setiap Tahun http://news.detik.com/pemilu2014/rea...anji-jokowi-jk
19. Kepemilikan Tanah Pertanian untuk 4,5 juta Kepala Keluarga dan Perbaikan Irigasi di 3 juta Hektar Sawah http://news.detik.com/pemilu2014/rea...anji-jokowi-jk
20. Membangun 100 Sentra Perikanan yang dilengkapi Lemari Berpendingin http://news.detik.com/pemilu2014/rea...anji-jokowi-jk
21. Membentuk Bank Khusus Nelayan http://news.detik.com/pemilu2014/rea...anji-jokowi-jk
22. Menggunakan Pesawat Tanpa Awak untuk meng-Cover wilayah lndonesia http://news.detik.com/pemilu2014/rea...anji-jokowi-jk
23. Meningkatkan Pemberian Beasiswa http://news.detik.com/pemilu2014/rea...anji-jokowi-jk
24. Mengalihkan Penggunaan BBM ke Gas dalam waktu 3 Tahun http://news.detik.com/pemilu2014/rea...anji-jokowi-jk
25. Jokowi Janji 'Sulap' KJS-KJP Jadi Indonesia Sehat dan Indonesia Pintar http://news.detik.com/pemilu2014/rea...donesia-pintar
26. Tidak bagi-bagi Kursi Menteri ke Partai Pendukungnya http://m.merdeka.com/pemilu-2014/buk...i-menteri.html
27. Jokowi Janji Tak Berada di bawah Bayang Megawati http://www.solopos.com/2014/07/22/ha...egawati-521083
28. Membenahi Jakarta (macet, banjir, dll) http://megapolitan.kompas.com/read/2...gan.Cara.Lain.
29. Mendukung kemerdekaan dan mendirikan KBRI di Palestina http://www.beritasatu.com/nasional/1...palestina.html
30. Tanggal 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional http://beta.antaranews.com/berita/44...pada-1-muharam
31. Mudah ditemui oleh warga Papua http://jkw4p.com/bila-jadi-presiden-...ng-menemuinya/
32. Menurunkan harga sembako, meningkatkan kualitas dan kuantitas program raskin http://www.indopos.co.id/2014/06/kam...tsourcing.html
33. Memperhatikan permasalahan outsourcing http://www.indopos.co.id/2014/06/kam...tsourcing.html
34. Menghapus subsidi BBM http://finance.detik.com/read/2014/0...idi-orang-kaya
35. Meningkatkan profesionalisme, menaikkan gaji dan kesejahteraan PNS, TNI dan Polri http://surabaya.bisnis.com/read/2014...g-pilpres-2014
36. Meningkatkan anggaran penanggulangan kemiskinan termasuk memberi subsidi Rp1 juta per bulan untuk keluarga pra sejahtera sepanjang pertumbuhan ekonomi di atas 7% http://surabaya.bisnis.com/read/2014...g-pilpres-2014
37. Perbaikan 5.000 pasar trad[truncated by WhatsApp]
38. Membantu meningkatkan mutu pendidikan pesantren guna meningkatkan kualitas pendidikan nasional dan Meningkatkan kesejahteraan guru-guru pesantren sebagai bagian komponen pendidik bangsa http://surabaya.bisnis.com/read/2014...g-pilpres-2014
39. Akan berbicara terkait kasus BLBI http://www.jpnn.com/read/2014/07/17/...Jadi-Presiden-
40. Memperkuat KPK (meningkatkan anggarannya 10x lipat, menambah jumlah penyidik, regulasi) http://indonesia-baru.liputan6.com/r...-10-kali-lipat
41. Menghentikan impor daging http://pemilu.metrotvnews.com/read/2...alam-5-6-tahun
42. Menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan di sektor pertanian, perikanan, dan manufaktur http://fokus.news.viva.co.id/news/re...ing-realistis-
43. Pembangunan infrastruktur seperti jalan, listrik, irigasi, dan pelabuhan http://fokus.news.viva.co.id/news/re...ing-realistis-
44. Meningkatkan 3 kali lipat anggaran pertahanan http://nasional.kompas.com/read/2014...ran.Pertahanan
45. Meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembenahan tenaga pengajar yang punya kemampuan merata diseluruh Nusantara http://www.merdeka.com/politik/5-jan...dan-iptek.html
1. 46.Jokowi Pilih Mendikbud dari PGRI Jika Jadi Presiden http://news.detik.com/pemilu2014/rea...-jadi-presiden
46. Memberikan gaji besar bagi para ahli asal Indonesia http://www.merdeka.com/politik/5-jan...indonesia.html
47. Menaikkan gaji guru http://www.merdeka.com/politik/5-jan...gaji-guru.html
48. Sekolah gratis http://www.merdeka.com/politik/5-jan...ah-gratis.html
49. Menangani kabut asap di Riau http://m.koran-sindo.com/node/393930
50. Membeli kembali Indosat http://www.solopos.com/2014/06/22/de...indosat-514768
51. Membangun industri maritime http://pemilu.tempo.co/read/news/201...Bangun-Maritim
52. Menyederhanakan regulasi perikanan http://dprd-tegalkota.go.id/index.ph...3066&Itemid=18
53. Mempermudah nelayan mendapatkan Solar sebagai bahan bakar kapal dengan mendirikan SPBU khusus. http://dprd-tegalkota.go.id/index.ph...3066&Itemid=18
54. Membuktikan janji-janji dalam visi-misi http://www.koran-sindo.com/node/402621
55. Menyejahterakan kehidupan petani http://pemilu.tempo.co/read/news/201...terakan-Petani
56. Mengelola persediaan pupuk dan menjaga harga tetap murah http://pemilu.tempo.co/read/news/201...terakan-Petani
57. Membangun banyak bendungan dan irigasi http://pemilu.tempo.co/read/news/201...terakan-Petani
58. Menyusun kabinet yang ramping dan diisi oleh professional http://finance.detik.com/read/2014/0...an-profesional
59. Menyelesaikan pelanggaran-pelanggaran HAM di masa lalu http://www.tribunnews.com/pemilu-201...anji-janji-ham
60. Menjadikan perangkat desa jadi PNS secara bertahap http://www.solopos.com/2014/07/03/pi...aan-pns-516971
61. Meningkatkan Industri Kreatif sebagai salah satu Kunci Kesejahteraan Masyarakat. http://compusiciannews.com/detail?id...0#.U94B91V_vfI
62. Cuma satu dua jam saja di kantor, selebihnya bertemu rakyat http://politik.news.viva.co.id/news/...-jam-di-kantor
63. Jika Menang, Jokowi Janjikan Internet Cepat
http://www.kabar24..com/nasi[disingkat oleh WhatsApp]

no image

APAKAH ADA DOSA JARIYAH?

Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah, amma ba'du,

Kita sering mendengar istilah sedekah jariyah. Itulah sedekah yang pahalanya akan terus mengalir, meskipun kita telah meninggal dunia. Kita akan tetap terus mendapatkan kucuran pahala, selama harta yang kita sedekahkan masih dimanfaatkan oleh kaum muslimin untuk melakukan ketaatan.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Apabila manusia meninggal, amalnya akan terputus, kecuali 3 hal: 'Sedekah Jariyah, Ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mendoakannya.' (HR. Nasa'i 3651, Turmudzi 1376, dan dishahihkan Al-Albani).

Sebagai orang beriman, yang sadar akan pentingnya bekal amal di hari kiamat, tentu kita sangat berharap bisa mendapatkan amal semacam ini. Di saat kita sudah pensiun beramal, namun Allah tetap memberikan kucuran pahala karena amal kita di masa silam.

 Dosa Jariyah

Disamping ada pahala jariyah, dalam islam juga ada dosa yang sifatnya sama, dosa jariyah. Dosa yang tetap terus mengalir, sekalipun orangnya telah meninggal. Dosa yang akan tetap ditimpakan kepada pelakunya, sekalipun dia tidak lagi mengerjakan perbuatan maksiat itu.

Betapa menyedihkannya nasib orang ini, di saat semua orang membutuhkan pahala di alam barzakh, dia justru mendapat kucuran dosa dan dosa. Anda bisa bayangkan, penyesalan yang akan dialami manusia yang memiliki dosa jariyah ini.

Satu prinsip yang selayaknya kita pahami, bahwa yang Allah catat dari kehidupan kita, tidak hanya aktivitas dan amalan yang kita lakukan, namun juga dampak dan pengaruh dari aktivitas dan amalan itu.

 Allah berfirman di surat Yasin,

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

"Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh)."(QS. Yasin: 12)

Orang yang melakukan amal dan aktivitas yang baik, akan Allah catat amal baik itu dan dampak baik dari amalan itu. Karena itulah, islam memotivasi umatnya untuk melakukan amal yang memberikan pengaruh baik yang luas bagi masyarakat. Karena dengan itu dia bisa mendapatkan pahala dari amal yang dia kerjakan, plus dampak baik dari amalnya.

Sebaliknya, orang yang melakukan amal buruk, atau perbuatan maksiat, dia akan mendapatkan dosa dari perbuatan yang dia lakukan, ditambah dampak buruk yang ditimbulkan dari kejahatan yang dia kerjakan. Selama dampak buruk ini masih ada, dia akan terus mendapatkan kucuran dosa itu. – wal'iyadzu billah.. –, itulah dosa jariyah, yang selalu mengalir. Sungguh betapa mengerikannya dosa ini.

Mengingat betapa bahayanya dosa jariyah ini, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengingatkan umatnya agar berhati-hati, jangan sampai dia terjebak melakukan dosa ini.

 Sumber Dosa Jariyah

Diantara sumber dosa jariyah yang telah diperingatkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam,

✅ Pertama, mempelopori perbuatan maksiat.

Mempelopori dalam arti dia melakukan perbuatan maksiat itu di hadapan orang lain, sehingga banyak orang yang mengikutinya. Meskipun dia sendiri tidak mengajak orang lain untuk mengikutinya.
Dalam hadis dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu, Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْء

"Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka." (HR. Muslim).

Orang ini tidak mengajak lingkungan sekitarnya untuk melakukan maksiat yang sama. Orang ini juga tidak memotivasi orang lain untuk melakukan perbuatan dosa seperti yang dia lakukan. Namun orang ini melakukan maksiat itu di hadapan banyak orang, sehingga ada yang menirunya atau menyebarkannya.

Karena itulah, anak adam yang pertama kali membunuh, dia dilimpahi tanggung jawab atas semua kasus pembunuhan karena kedzaliman di alam ini. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تُقْتَلُ نَفْسٌ ظُلْمًا إِلَّا كَانَ عَلَى ابْنِ آدَمَ الأَوَّلِ كِفْلٌ مِنْ دَمِهَا

"Tidak ada satu jiwa yang terbunuh secara dzalim, melainkan anak adam yang pertama kali membunuh akan mendapatkan dosa karena pertumpahan darah itu." (HR. Bukhari 3157, Muslim 4473 dan yang lainnya).

Anda bisa bayangkan, orang yang pertama kali mendesain rok mini, pakaian you can see, kemudian dia sebarkan melalui internet, lalu ditiru banyak orang. Sekalipun dia tidak ngajak khalayak untuk memakai rok mini, namun mengingat dia yang mempeloporinya, kemudian banyak orang yang meniru, dia mendapatkan kucuran dosa semua orang yang menirunya, tanpa dikurangi sedikitpun.

Tak jauh beda dengan mereka yang memasang video parno atau cerita seronok di internet, tak terkecuali media massa, kemudian ada orang yang nonton atau membacanya, dan dengan membaca itu dia melakukan onani atau zina atau bahkan memperkosa, maka yang memasang di internet akan mendapat aliran dosa dari semua maksiat yang ditimbulkan karenanya.

Termasuk juga para wanita yang membuka aurat di tempat umum, sehingga memancing lawan jenis untuk menikmatinya, maka dia mendapatkan dosa membuka aurat, plus dosa setiap pandangan mata lelaki yang menikmatinya. Meskipun dia tidak mengajak para lelaki untuk memandanginya.

✅ Kedua, mengajak melakukan kesesatan dan maksiat
4
Dia mengajak masyarakat untuk berbuat maksiat, meskipun bisa jadi dia sendiri tidak melakukan maksiat itu. Merekalah para juru dakwah kesesatan, atau mereka yang mempropagandakan kemaksiatan.

 Allah berfirman, menceritakan keadaan orang kafir kelak di akhirat, bahwa mereka akan menanggung dosa kekufurannya, ditambah dosa setiap orang yang mereka sesatkan,

لِيَحْمِلُوا أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمِنْ أَوْزَارِ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ

Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, dan berikut dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). (QS. an-Nahl: 25)

Imam Mujahid mengatakan,

يحملون أثقالهم: ذنوبهم وذنوب من أطاعهم، ولا يخفف عمن أطاعهم من العذاب شيئًا

Mereka menanggung dosa mereka sendiri dan dosa orang lain yang mengikutinya. Dan mereka sama sekali tidak diberi keringanan adzab karena dosa orang yang mengikutinya. (Tafsir Ibn Katsir, 4/566).

Ayat ini, semakna dengan hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

"Siapa yang mengajak kepada kesesatan, dia mendapatkan dosa, seperti dosa orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun." (HR. Ahmad 9398, Muslim 6980, dan yang lainnya).

Anda bisa perhatikan para propagandis yang menyebarkan aliran sesat, menyebarkan pemikiran menyimpang, menyerukan masyarakat untuk menyemarakkan kesyirikan dan bid'ah, menyerukan masyarakat untuk memusuhi dakwah tauhid dan sunah, merekalah contoh yang paling mudah terkait hadis di atas.

Sepanjang masih ada manusia yang mengikuti mereka, pelopor kemaksiatan dan penghasung pemikiran menyimpang, selama itu pula orang ini turut mendapatkan limpahan dosa, sekalipun dia sudah dikubur tanah. Merekalah para pemilik dosa jariyah.

Termasuk juga mereka yang mengiklankan maksiat, memotivasi orang lain untuk berbuat dosa, sekalipun dia sendiri tidak melakukannya, namun dia tetap mendapatkan dosa dari setiap orang yang mengikutinya.

Semoga Allah memudahkan kita untuk melakukan amal jariyah dan menjauhkan kita dari dosa jariyah. Amin…

Back to Top