Hadits keutamaan 10 hari pertama Dzulhijjah

πŸ’Œ HADITS PALSU TENTANG KEUTAMAAN PUASA, QURBAN DAN SHODAQOH PADA 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH

Bismillah.
Diantara hadits-hadits yg banyak beredar di tengah kaum muslimn melalui berbagai media cetak maupun elektronik dan ceramah ialah hadits yg menerangkan ttg keutamaan puasa dan amalan ibadah lainnya di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

Adapun terjemahan haditsnya sebagai berikut:

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, dari Nabi shallaallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda:

1. "Di hari pertama bulan Dzulhijjah Allah mengampuni (nabi) Adam, dan barangsiapa yg berpuasa pd hari tsb Allah akan mengampuni seluruh dosanya"

2. "Di hari kedua Allah mengabulkan doa sayyidina Yusuf, dan barangsiapa yg berpuasa di hari itu pahalanya seperti beribadah kpd Allah setahun penuh dan tidak bermaksiat walau sekejap mata"

3. "Di hari ketiga Allah mengabulkan doa Zakaria, dan barangsiapa yg berpuasa pada hari itu Allah akan mengabulkan doanya"

4. "Di hari keempat lahir sayyidina 'Isa 'alaihissalam, dan barangsiapa berpuasa pd hari itu Allah akan menghilangkan kefakiran darinya dan pada hari kiamat ia akan dikumpulkan bersama As Safarat Al Kiram (para malaikat yg mulia)

5. "Di hari kelima lahirlah Musa 'alaihissalam, dan barangsiapa berpuasa pd hari itu ia akan dibebaskan dari sifat munafik dan adzab kubur"

Hari ke-6. 7. 8. 9. 10....

(*) DERAJAT HADITS:

Derajat Hadits ini Maudhu' (PALSU) karena tidak ada asal-usulnya yg jelas, dan tidak ditemukan di dalam kitab-kitab hadits Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

(*) Jawaban Selengkapnya baca di :
https://abufawaz.wordpress.com/2014/10/03/hadits-palsu-tentang-keutamaan-puasa-qurban-dan-shodaqoh-pada-10-hari-pertama-bulan-dzulhijjah/

πŸ“ Oleh Ustadz Abu Fawaz Muhammad Wasitho, MA حفظه Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΨͺΨΉΨ§Ω„Ω‰

πŸ”Š [ πŸ“– ] BBG Al-Ilmu

*...*
Previous
Next Post »
"Aku wasiatkan kepada kamu untuk bertakwa kepada Allah; mendengar dan taat (kepada penguasa kaum muslimin), walaupun seorang budak Habsyi. Karena sesungguhnya, barangsiapa hidup setelahku, dia akan melihat perselishan yang banyak. Maka wajib bagi kamu berpegang kepada Sunnahku dan Sunnah para khalifah yang mendapatkan petunjuk dan lurus. Peganglah dan gigitlah dengan gigi geraham. Jauhilah semua perkara baru (dalam agama). Karena semua perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan semua bid’ah adalah sesat." (HR. Abu Dawud no: 4607; Tirmidzi 2676; Ad Darimi; Ahmad; dan lainnya dari Al ‘Irbadh bin Sariyah).