Lidah adalah Keselamatan


Jalan Keselamatan..

Dari Uqbah bin Amir –Radhiallaahu 'Anhu berkata: Aku bertanya, Ya Rasulullah apakah keselamatan itu?
Beliau –Shallallaahu 'Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Salam bersabda: "Peliharalah lidahmu."
(HR.AtTirmidzi dll dengan sanad shahih).

Dari Sufyan bin Abdillah AtsTsaqafi –Radhiallaahu 'Anhu berkata: Aku bertanya, Ya Rasulullah apakah yang paling Anda takutkan terhadap diri saya?
Beliau –Shallallaahu 'Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Salam bersabda: "Ini", sambil memegang lidahnya."
(HR.AtTirmidzi dll dengan sanad shahih).

Penjara Lisan..

Dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'Anhu berkata: "Demi Allah yang tiada tuhan pantas di sembah selain Dia, tiadalah sesuatu yang lebih patut untuk di penjara lebih lama dari lidahku."

Beliau juga berkata: "Wahai lidah, berkatalah yang baik kamu akan beruntung dan diamlah dari yang buruk kamu akan selamat, sebelum kamu menyesal."

Jangan Dianggap Sepele..

Dari Abu Hurairah –Radhiallaahu 'Anhu, bahwasanya beliau mendengar Rasulullah –Shallallaahu 'Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Salam bersabda:
"Sesungguhnya adakalanya seorang hamba berbicara dengan sebuah pembicaraan yang tidak jelas (ia anggap biasa), ternyata hal itu membuatnya tergelincir ke dalam api neraka lebih jauh dari jarak timur dan barat."
(HR. Bukhari dan Muslim).

Diam Itu Emas..

Nasehat Para Ulama' Rahimahumullah:

"Apabila Orang Yang Tidak Tahu Itu Diam, Maka Akan Sedikitlah Perbedaan".

Hikmah:

Seseorang yang tidak mengetahui suatu permasalahan itu sepatutnya adalah diam dan tidak ikut-ikutan berbicara, karena hanya akan menimbulkan kesalahpahaman dan memperuncing permasalahan yang ada sehingga semakin menambah perbedaan dan bahkan perpecahan.

Akhukum Fillah
@AbdullahHadrami

🌍📚 WA MTDHK (Majelis Taklim dan Dakwah Husnul Khotimah) kota Malang 📚🌏

📌 Untuk bergabung WA MTDHK silahkan ketik kata "Gabung" dan kirim WA (bukan SMS) ke nomer +62 838 48104654 atau +62 838 48634832.

Silahkan disebarkan kiriman ini sebagaimana aslinya tanpa dirubah sedikitpun, semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah.. Jazakumulloh khoir.
Previous
Next Post »
"Aku wasiatkan kepada kamu untuk bertakwa kepada Allah; mendengar dan taat (kepada penguasa kaum muslimin), walaupun seorang budak Habsyi. Karena sesungguhnya, barangsiapa hidup setelahku, dia akan melihat perselishan yang banyak. Maka wajib bagi kamu berpegang kepada Sunnahku dan Sunnah para khalifah yang mendapatkan petunjuk dan lurus. Peganglah dan gigitlah dengan gigi geraham. Jauhilah semua perkara baru (dalam agama). Karena semua perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan semua bid’ah adalah sesat." (HR. Abu Dawud no: 4607; Tirmidzi 2676; Ad Darimi; Ahmad; dan lainnya dari Al ‘Irbadh bin Sariyah).