Dauroh Malam Lailatul Qodar


Lailatul Qadar adalah suatu malam yang penuh dengan keutamaan dan barokah. Allah Subhanallahu wa Ta'ala Yang Maha Pemberi barakah telah menjelaskan hal itu dalam surat Al Qadr (artinya):

"Dan tahukah kamu apa malam lailatul qadar itu?. Yaitu suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turunlah para malaikat dan ruh (malaikat Jibril) dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh dengan kesejahteraan sampai terbit fajar." (Al-Qadr: 2-5)

Sehingga malam itu pun dipenuhi barakah yang berlimpah ruah, sebuah ibadah yang dilakukan pada malam itu dengan ikhlas dan sesuai dengan petunjuk Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa Sallam lebih baik daripada ibadah yang dilakukan selama seribu bulan selain Ramadhan. Tentu keutamaan yang amat besar ini akan membuat hati yang jernih dan akal yang sehat terdorong dan berharap untuk dapat meraihnya.

KAPAN TERJADINYA MALAM LAILATUL QADAR?

DAN APA YANG HARUS DI LAKUKAN DI MALAM TERSEBUT?

Temukan penjelasannya di acara :

DAUROH RAMADHAN UNTUK UMUM DAN KELUARGA

Secara eksklusif akan di kupas tuntas oleh AL USTADZ ABU YAHYA BADRUSALAM
*pembina radio dan tv rodja
*pengisi kultum di Trans TV

Dauroh insyaallah akan di adakan di :

Puri Avia Hotel and Resort
4 sd 5 Juli 2015

Materi Lengkap
- Kupas Tuntas Malam Lailatul Qadar dan keutamaan keutamaan nya
- Panduan Puasa
- Pengenalan Program Power of Asmaul Husna
- Panduan Safar

Informasi pendaftaran :
0812 8988 4551
0811 117 3382
Previous
Next Post »
"Aku wasiatkan kepada kamu untuk bertakwa kepada Allah; mendengar dan taat (kepada penguasa kaum muslimin), walaupun seorang budak Habsyi. Karena sesungguhnya, barangsiapa hidup setelahku, dia akan melihat perselishan yang banyak. Maka wajib bagi kamu berpegang kepada Sunnahku dan Sunnah para khalifah yang mendapatkan petunjuk dan lurus. Peganglah dan gigitlah dengan gigi geraham. Jauhilah semua perkara baru (dalam agama). Karena semua perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan semua bid’ah adalah sesat." (HR. Abu Dawud no: 4607; Tirmidzi 2676; Ad Darimi; Ahmad; dan lainnya dari Al ‘Irbadh bin Sariyah).