Bagaimana keadaanmu pagi ini?

al-Marudzi mengatakan: Aku pernah bertanya kepada Ahmad bin Hanbal, “Bagaimana keadaanmu pagi ini?”. Beliau menjawab,

“Bagaimanakah keadaan seorang hamba yang Rabbnya menuntutnya menunaikan kewajiban-kewajiban.
Nabinya juga menuntut dirinya untuk mengerjakan Sunnah.
Begitu pula, dua malaikat menuntutnya memperbaiki amalan.
Sementara hawa nafsu menuntut dirinya untuk memperturutkan kemauannya.
Iblis mengajaknya untuk melakukan berbagai perbuatan keji.
Malaikat maut juga menunggu-nunggu untuk mencabut nyawanya.
Di sisi lain, anak dan istrinya pun menuntut untuk diberikan nafkah?!”
(lihat Aina Nahnu min Akhlaqis Salaf, hal. 19)

Allah سبحانه وتعالى berfirman :

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat jahil, sehingga Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyirikin laki-laki dan perempuan; sehingga Allah menerima taubat orang-orang Mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 72-73)

Abdullah bin al-Mubarak rahimahullah berkata, “Aku mencintai orang-orang salih sementara aku bukanlah termasuk diantara mereka. Dan aku membenci orang-orang jahat sementara aku lebih jelek daripada mereka.” (lihat Shalahul Ummah fi ‘Uluwwil Himmah [1/133])

Sssttt, jangan lihat kanan kiri depan belakang atas bawah, hayya bina !!!

Semoga Kita semua pagi ini mendapat kebaikan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, keimanan dan keikhlasan melaksanakan perintahnya dan meninggalkan semua larangannya.. Dan menjadi hamba-hambanya yg membela Dienul Islam... Tidak mengikuti langkah-langkah Syaithon, aamiin...
Previous
Next Post »
"Aku wasiatkan kepada kamu untuk bertakwa kepada Allah; mendengar dan taat (kepada penguasa kaum muslimin), walaupun seorang budak Habsyi. Karena sesungguhnya, barangsiapa hidup setelahku, dia akan melihat perselishan yang banyak. Maka wajib bagi kamu berpegang kepada Sunnahku dan Sunnah para khalifah yang mendapatkan petunjuk dan lurus. Peganglah dan gigitlah dengan gigi geraham. Jauhilah semua perkara baru (dalam agama). Karena semua perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan semua bid’ah adalah sesat." (HR. Abu Dawud no: 4607; Tirmidzi 2676; Ad Darimi; Ahmad; dan lainnya dari Al ‘Irbadh bin Sariyah).