Apa itu shale?

Berdasarkan pengertian dari diktat prinsip dasar well log, shale adalah sedimen yang berbutir sangat halus yang terbentuk akibat konsolidasi clay dan silt. Kaitannya dengan reservoir hidrokarbon, biasanya jarang sekali ditemukan suatu reservoir yang memiliki batuan pasir sangat tebal atau disebut dengan clean sand. Di alam, biasanya ditemukan reservoir shallysand atau terdapat shale yang berlapis-lapis diantara sand karena proses pengendapan.

Shale memiliki porositas yang cukup besar untuk menampung air. Pada kedalaman 10.000 ft, shale rata-rata memiliki porositas sekitar 5%. Meskipun porositasnya cukup besar untuk kedalaman di bawah 10.000 ft, shale memiliki permeabilitas yang sangat kecil (<5md) sehingga jika terdapat minyak di lapisan ini, maka akan sulit untuk diproduksikan.

Dalam pemboran, lapisan shale biasanya dapat dideteksi dari tekanan abnormal yang terbaca pada pressure gauge. Tekanan abnormal adalah tekanan yang lebih besar daripada overburden pressure pada kedalaman tertentu. Overburden pressure gradient biasanya memiliki nilai 1 psi/ft. Contoh jika ada zona yang memiliki tekanan 3000 psi pada kedalaman 2500 ft, maka dapat disimpulkan bahwa tekanan pada zona tersebut adalah tekanan abnormal.

Tekanan abnormal diakibatkan oleh fluida yang terperangkap dalam shale. Fluida yang terperangkap biasanya adalah air yang memiliki sifat incompressible fluid. Bayangkan saja Anda memiliki batuan yang terisi air kemudian disimpan di kedalaman 6000 ft (sekitar 2km) di bawah batuan. Karena sifatnya yang incompressible, maka kekuatan tekanan akan tersimpan dalam air karena air sifatnya tidak termapatkan.

Porositas shale akan berkurang dengan bertambahnya kedalaman (bertambahnya beban) sehingga fluida yang terkandung di dalamnya semakin termapatkan sampai batas maksimum pemampatan. Dalam pemboran, jika bor menembus zona abnormal maka dikhawatirkan akan terjadi kick (fluida dari dasar menyembur ke atas karena perbedaan tekanan yang cukup besar). Oleh karena itu ketika dilakukan pemboran selalu dipasang blowout preventer di permukaan.
Previous
Next Post »
"Aku wasiatkan kepada kamu untuk bertakwa kepada Allah; mendengar dan taat (kepada penguasa kaum muslimin), walaupun seorang budak Habsyi. Karena sesungguhnya, barangsiapa hidup setelahku, dia akan melihat perselishan yang banyak. Maka wajib bagi kamu berpegang kepada Sunnahku dan Sunnah para khalifah yang mendapatkan petunjuk dan lurus. Peganglah dan gigitlah dengan gigi geraham. Jauhilah semua perkara baru (dalam agama). Karena semua perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan semua bid’ah adalah sesat." (HR. Abu Dawud no: 4607; Tirmidzi 2676; Ad Darimi; Ahmad; dan lainnya dari Al ‘Irbadh bin Sariyah).