Inspiring Story: Kerbau, Kelelawar, dan Cacing

Suatu hari, malaikat turun ke bumi untuk menginspeksi mahluk-mahluk di bumi. Dan mahluk pertama yang dia wawancarai adalah kerbau.

“Kerbau, apakah kamu senang dengan keadaanmu seperti sekarang ini?”

“Alhamdulillah, aku sangat senang dan sangat bersyukur atas pemberian Allah. Daripada diciptakan sebagai kelelawar yang mandi dengan air kencingnya sendiri.”

Sang malaikat pun langsung pergi untuk menemui kelelawar. Setelah bertemu, malaikat pun bertanya kepada kelelawar.

“Kelelawar, apakah kamu senang dengan keadaanmu seperti ini sekarang?”

“Alhamdulillah, aku sangat senang dan bersyukur sekali kepada Allah karena diciptakan seperti ini. Daripada diciptakan sebagai cacing yang tidak memiliki kaki dan tangan, serta lemah.”

Sang malaikat pun langsung pergi untuk menemui cacing. Setelah bertemu, malaikat pun bertanya kepada cacing.

“Cacing, apakah kamu sedang dengan kondisimu seperti sekarang ini?”

“Alhamdulillah, aku sangat senang dan bersyukur kepada Allah karena diciptakan seperti ini. Daripada diciptakan sebagai seorang manusia yang semua tingkah lakunya dicatat, dan akan dipertanggungjawabkan dihadapan Sang Khalik kelak.”


Jadilah manusia yang sebaik-baiknya ….

Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments
:: ing ::
AUTHOR
April 21, 2008 at 9:20 PM delete

huhu... manusia..

menyindir manusia sekaliii..

tapi emang begitu adanya yaaa...

huhu..

Reply
avatar
"Aku wasiatkan kepada kamu untuk bertakwa kepada Allah; mendengar dan taat (kepada penguasa kaum muslimin), walaupun seorang budak Habsyi. Karena sesungguhnya, barangsiapa hidup setelahku, dia akan melihat perselishan yang banyak. Maka wajib bagi kamu berpegang kepada Sunnahku dan Sunnah para khalifah yang mendapatkan petunjuk dan lurus. Peganglah dan gigitlah dengan gigi geraham. Jauhilah semua perkara baru (dalam agama). Karena semua perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan semua bid’ah adalah sesat." (HR. Abu Dawud no: 4607; Tirmidzi 2676; Ad Darimi; Ahmad; dan lainnya dari Al ‘Irbadh bin Sariyah).