Kajian Jemaah Haji di Masjidil Haram

tolong di share ke saudara kita yg Haji:

SEBARKAN DAN BERITAHUKAN KPD SAUDARA/TEMAN YG SEDANG/AKAN BERANGKAN HAJI

جدوال الدروس في المسجد الحرام النبوي باللغة الماليوية و اﻹندونيسية .....👇🏻أنشره ولك اﻷجور إن شاء الله تعالى

PENGUMUMAN KAJIAN BERBAHASA MELAYU /INDONESIA DI MASJID NABAWI MUSIM HAJI TAHUN 1436 H/2015 M

JADWAL KAJIAN
1. Ustâdz Firanda Andirja, MA
-Mahasiswa S3, Jurusan Aqidah, Kuliah Da'wah Dan Ushuluddin, Universitas Islam Madinah
-Asal: Sorong, Irian Jaya
-Waktu Kajian: Setiap Hari, Setelah Sholat Maghrib-Isya
-Tempat Kajian: Pintu 19 (Badr), sekitar 20 meter ke depan sebelah kiri

2. Ustâdz 'Abdullôh Roy, MA
-Mahasiswa S3, Jurusan Aqidah, Kuliah Da'wah Dan Ushuluddin, Universitas Islam Madinah
-Asal: Yogyakarta
-Waktu Kajian: Setiap Hari, Setelah Sholat Shubuh
-Tempat Kajian: Pintu 19 (Badr)

Demikian semoga pengumuman ini bisa disampaikan kepada para jamaah haji yang akan berangkat tahun ini, sehingga bisa mengambil manfaat lebih banyak selama di Madinah dan meraih pahala menuntut ilmu di Masjid Nabawi, sebagaimana dalam hadits Abu Huroiroh rodhiyallôhu 'anhu, bahwa Rosûlullôh shollallôhu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ جَاءَ مَسْجِدِي هَذَا لَمْ يَأْتِهِ إِلاَّ لِخَيْرٍ يَتَعَلَّمُهُ أَوْ يُعَلِّمُهُ فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الْمُجَاهِدِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَمَنْ جَاءَ لِغَيْرِ ذَلِكَ فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الرَّجُلِ يَنْظُرُ إِلَى مَتَاعِ غَيْرِهِ
"Barangsiapa mendatangi masjidku (Masjid Nabawi) ini, tidak mendatanginya kecuali karena untuk mempelajari sebuah kebaikan atau mengajarkannya maka kedudukan dia seperti orang yang berperang di jalan Allôh, dan barangsiapa yang datang untuk selain itu maka dia seperti orang yang melihat barang milik orang lain (sesuatu yang bukan miliknya)" (HR.Ibnu Mâjah, dishohihkan Syaikh Al Albâni rohimahullôh)
Copas and Posted by📩:
BC WA Info Dakwah Islamic Center
+966556214044📲
&
WA Dakwah Majlis TaKlim Akhowat
+966508293088📲
Previous
Next Post »
"Aku wasiatkan kepada kamu untuk bertakwa kepada Allah; mendengar dan taat (kepada penguasa kaum muslimin), walaupun seorang budak Habsyi. Karena sesungguhnya, barangsiapa hidup setelahku, dia akan melihat perselishan yang banyak. Maka wajib bagi kamu berpegang kepada Sunnahku dan Sunnah para khalifah yang mendapatkan petunjuk dan lurus. Peganglah dan gigitlah dengan gigi geraham. Jauhilah semua perkara baru (dalam agama). Karena semua perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan semua bid’ah adalah sesat." (HR. Abu Dawud no: 4607; Tirmidzi 2676; Ad Darimi; Ahmad; dan lainnya dari Al ‘Irbadh bin Sariyah).