Don’t Be Scary To Study !

Tulisan ini aku buat karena banyak sekali pelajar SMA yang terpaksa harus putus ditengah jalan. Mereka takut untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat universitas. Bukan karena masalah akademis, tapi karena masalah ekonomi.

Sebenarnya aku pun sangat takut ketika ditanya, “De, mau melanjutkan kemana setelah lulus SMA?”. Tapi aku tahu bahwa ketakutan itu hanya akan menghalangi niatku untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Ketahuilah bahwa manusia itu bukan diukur dari harta, melainkan dari apa yang mereka pikirkan. Jadi, ketika ada orang yang bertanya kepadaku, “De, mau melanjutkan kemana setelah lulus SMA?”. Aku pun menjawab dengan PeDe, “Saya mau masuk ITB!”.

Ya, aku menjawabnya dengan lantang. Bukan karena aku sombong, tapi dengan menjawab seperti itu, otakku akan berpikir “Bagaimana cara aku masuk kesana?”. Jawabannya dengan berusaha “sedikit” saja. Sedikit lebih pintar mencuri kesempatan, sedikit lebih gesit mencari peluang, sedikit belajar keras dan sedikit keberuntungan :) .

Aku tidak pernah berpikir sedikitpun masalah biaya kuliah. Yang aku pikirkan ketika SMA hanyalah “Kenapa aku harus kuliah?”. Jawabannya hanya satu. Karena jawaban itu ada di hatiku. Hehehehe privasi ….

Jadi pada intinya jangan takut kuliah karena masalah biaya. Banyak PTN yang memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang benar-benar tidak mampu dalam hal ekonomi. Di ITB saja, setiap tahunnya ada sekitar 5000 beasiswa! Jumlah yang sangat fantastis bukan? Tapi aku yakin beasiswa-beasiswa di PTN lain lebih banyak.

So buat Abuers, jangan pernah takut untuk bermimpi! Mimpi aja udah takut, gimana mau menghadapi kenyataan? (Apa kata Dunia? Hehehehe ) Masalah masa depan, ya biarkan waktu saja yang menjawabnya. Tugas kita saat ini adalah berbuat yang terbaik agar masa depan kita baik pula.

Jujur saja, aku pun belum pernah mengeluarkan uang sepeser pun untuk kuliah di ITB. Kebetulan karena aku dhuafa, aku mendapatkan Beastudi Etos dari Dompet Dhuafa Republika. Kemudian, ada pesan sponsor dari Koordinator Nasional Beastudi Etos. Pesan ini selalu terngiang-ngiang di telingaku dan selalu membuatku bersemangat.

“Dhuafa adalah kenyataan. Dan kenyataan itu harus kita rubah sekarang juga!”

Previous
Next Post »
"Aku wasiatkan kepada kamu untuk bertakwa kepada Allah; mendengar dan taat (kepada penguasa kaum muslimin), walaupun seorang budak Habsyi. Karena sesungguhnya, barangsiapa hidup setelahku, dia akan melihat perselishan yang banyak. Maka wajib bagi kamu berpegang kepada Sunnahku dan Sunnah para khalifah yang mendapatkan petunjuk dan lurus. Peganglah dan gigitlah dengan gigi geraham. Jauhilah semua perkara baru (dalam agama). Karena semua perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan semua bid’ah adalah sesat." (HR. Abu Dawud no: 4607; Tirmidzi 2676; Ad Darimi; Ahmad; dan lainnya dari Al ‘Irbadh bin Sariyah).