Warisan
Ngomong-ngomong tentang warisan, siapa sih yang gak kenal kata yang satu ini. Biasanya warisan identik dengan uang, tanah, emas, pokoknya harta deh meskipun dalam cerita ada warisan hutang. Seperti kata pepatah jaman buhun: “Gajah mati meninggalkan gading, Macan mati meninggalkan belang”. Nah, kalo manusia meninggalkan apa?
Bdw, yuk kita lihat makna penting dari sebuah warisan. Rasulullah SAW adalah orang yang pandai berdagang, kaya raya, tapi apakah beliau mewariskan harta? Nope… Beliau mewariskan ahlak yang tiada duanya untuk seluruh umatnya, termasuk keturunan beliau. Ahlak yang beliau wariskan adalah ahlak yang dapat membawa kita menuju kedekatan dengan Allah, dan takut pada Nya. Saya lebih enak menyebutnya, ahlak pewaris surga.
Lalu bagaimana kalau kita terlanjur memiliki harta banyak? Gunakanlah harta itu dengan fungsinya, yaitu menolong sesama. Bagaimana dengan warisan ahlak? Kita dapat mewariskan ahlak baik kita kepada anak-anak kita dengan konsep teaching by doing. Kalo kita ingin anak kita “berehan” (mudah memberi), ya kita harus melakukan hal tersebut sehingga secara tidak langsung sang anak akan belajar dari orang tuanya.
Intinya, warisan sebenarnya bukanlah benda nyata, melainkan benda tak berwujud. Dan kita bisa menggunakannya dengan contoh real, bukan Magakong (Manusia gak kongkrit). Sebenernya saya juga bingung mau nerusin kata apa lagi, tapi intinya seperti itu. Semoga kita dan keturunan kita bisa mewarisi ahlak-ahlak pewaris surga. Amin… ^_^.
Bdw, yuk kita lihat makna penting dari sebuah warisan. Rasulullah SAW adalah orang yang pandai berdagang, kaya raya, tapi apakah beliau mewariskan harta? Nope… Beliau mewariskan ahlak yang tiada duanya untuk seluruh umatnya, termasuk keturunan beliau. Ahlak yang beliau wariskan adalah ahlak yang dapat membawa kita menuju kedekatan dengan Allah, dan takut pada Nya. Saya lebih enak menyebutnya, ahlak pewaris surga.
Lalu bagaimana kalau kita terlanjur memiliki harta banyak? Gunakanlah harta itu dengan fungsinya, yaitu menolong sesama. Bagaimana dengan warisan ahlak? Kita dapat mewariskan ahlak baik kita kepada anak-anak kita dengan konsep teaching by doing. Kalo kita ingin anak kita “berehan” (mudah memberi), ya kita harus melakukan hal tersebut sehingga secara tidak langsung sang anak akan belajar dari orang tuanya.
Intinya, warisan sebenarnya bukanlah benda nyata, melainkan benda tak berwujud. Dan kita bisa menggunakannya dengan contoh real, bukan Magakong (Manusia gak kongkrit). Sebenernya saya juga bingung mau nerusin kata apa lagi, tapi intinya seperti itu. Semoga kita dan keturunan kita bisa mewarisi ahlak-ahlak pewaris surga. Amin… ^_^.

Post a Comment